Horee… IHSG Raih Poin Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Saham Indonesia

 

Horee… IHSG Raih Poin Tertinggi Sepanjang Sejarah Bursa Saham Indonesia

 


 

 

Jakarta, M-Cyber Post, 22 Januari 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mencatatkan capaian prestasi bersejarah pada Januari 2026 ini. Untuk pertama kalinya sejak Bursa Efek Indonesia berdiri, IHSG berhasil menembus level 9.000 poin. Level ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal nasional.

Perlu ditegaskan, angka 9.000 yang dimaksud, bukanlah dalam dimensi rupiah, melainkan dalam angka atau poin indeks. Angka poin ini adalah angka statistik yang mencerminkan kinerja gabungan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencapaian ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kualitas fundamental dan prospek perusahaan-perusahaan Indonesia.

Bursa saham Indonesia sendiri berdiri sejak tahun 1977 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 10 Agustus 1977. Artinya, dalam kurun waktu hampir setengah abad (48 tahun), IHSG baru mencapai titik tertingginya pada awal 2026. Capaian ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan pasar modal nasional.


 

 


 

Dalam rentang waktu bulan Januari 2026 ini, tercatat juga ada sebesar 1,44 trilyun rupiah dari investor asing yang melantai di Bursa Indonesia (BEI). Kepercayaan investor asing terhadap saham yang ada di Bursa Indonesia memang merupakan berita gembira bagi pasar bursa saham Indonesia. Kecepatan pertumbuhan yang tinggi pada perusahaan yang melantai di Bursa Indonesia, menjadi magnet besar yang membuat investor asing tertarik membeli saham di Bursa Indonesia. Sosialisasi besar-besaran bisa memberikan potensi kenaikan yang lebih besar lagi dari inevestor manca negara. Bursa Indonesia sangat lah menarik. Dalam skala kecepatan pertumbuhan Bursa efek Indonesia sangatlah menarik. Karena kecepatan pertumbuhannya mencapai skala 8 banding 10. Hal ini jauh lebih menggiurkan jika dibandingkan dengan Bursa Efek Amerika yang hanya memiliki pertumbuhan dengan skala 5 banding 10.

 


 

Lihat analisis lebih lanjut di ID Investing

IDX composite          NYSE composite

 



Naiknya IHSG ke level tertinggi ini mencerminkan kondisi yang sangat positif bagi pasar saham domestik. Selain menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor dalam negeri, capaian ini juga menandakan adanya apresiasi dan keyakinan global terhadap kinerja sektor industri dan dunia usaha Indonesia secara keseluruhan.

Meskipun demikian, jika dilihat dari sisi dimensi ukuran pasar, Bursa Efek Indonesia masih berada jauh di bawah pasar saham negara maju, khususnya Amerika Serikat. Secara umum, total kapitalisasi pasar saham Amerika Serikat—yang mencakup New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq—saat ini mencapai sekitar USD 67,8 triliun, atau setara lebih dari Rp 1.055.000 triliun. Besarnya kapitalisasi pasar ini sekaligus menjadikan pasar saham Amerika sebagai pasar saham terbesar di dunia.


 

 

Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia, saat ini masih berada di kisaran Rp 15,2 ribu triliun, atau sekitar USD 980 miliar. Jika disederhanakan, perbandingan ukuran pasar saham Amerika Serikat dan Indonesia berada pada rasio kurang lebih 70 banding 1 atau 80 dibanding 1.

Dengan kata lain, jika pasar saham Amerika Serikat diibaratkan bernilai 1.000.000, maka pasar saham Indonesia berada di kisaran 15.000. Perbandingan ini menggambarkan perbedaan skala pasar, bukan kualitas atau prospek pertumbuhan.

Analogi sederhananya, perbedaan ini mirip dengan membandingkan diameter Matahari dan Planet Bumi. Diameter Matahari mencapai sekitar 1.392.000 kilometer, sementara diameter Planet Bumi sekitar 12.742 kilometer. Matahari jauh lebih besar, tetapi Bumi tetap memiliki dinamika dan kehidupan yang berkembang pesat. Demikian pula dengan Bursa Indonesia—meski ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan pasar saham Amerika Serikat, potensi pertumbuhan dan dinamika pasarnya tetap sangat menjanjikan.

Pencapaian IHSG di level 9.000 poin ini menjadi sinyal penting bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju fase yang lebih matang, sekaligus membuka ruang optimisme bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional ke depan. (Vijay)

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post